halusinasi
banyak hal receh buat orang tapi besar buat aku untuk di pikirkan dan di risaukan
salah satu nya ketika aku khawatir, bahwa aku penyebab mereka tak bersama
bahwa dy tak bersamanya karena keadaan yang tak berpihak pada mereka
karena muncul aku di antara kedua nya
belas kasihan padaku atau karena sudah terlanjur hidup bersamaku
akhirnya mereka hanya menyimpan cinta di hati paling dalam, memendam rasa tapi tak akan pernah pudar
setiap saat menelisik ingin keluar
hanya menunggu waktu yang tepat
dan aku hanya orang yang di nyalakan kembang api cinta yang padam begitu malam
atau seperti air di gurun pasir
di beri cinta yang cuma fatamorgana
cuma agar aku tak hilang harapan
padahal semua cuma ilusi
hati dan rasa terdalamny sudah bersama dia
tempatku yang awalnya mengisi ruang kosong disana
sebenarnya hanya sementara
kini seperti sudah punya pemilik sebenarnya
dia yang saat ini belum punya kesempatan untuk bersama
ada yang bilang cinta tak harus bersama
tapi cinta sudah pasti ada
risau ku...
aku tak mau jadi penghalang
tak mau pun aku jadi orang yang bersamanya karena keadaan
tak mau pun jadi orang yang diperhatikan hanya karena kewajiban
tak maupun jadi orang yang diberi rasa cangkang kerang, tapi mutiaranya sudah d berikan kepada yang lain
aku egois
iya aku memang egois
jika hanya ilusi
lebih baik aku tidak berada disini
daripada melihatnya tersenyum untukku, tapi wajah lain yang ada di matanya
haruskah aku menyerah?
tapi apa yang aku harus perjuangkan
hati yang sudah tidak disini lalu memaksanya untuk memberikannya padaku
cinta yang dipaksa hanya agar tampak nyata
...
ilusi
atau risau ku pun hanya halusinasi
Comments
Post a Comment